Toko Mainan Pasar Gembrong Diserbu Pembeli

Posted on

Toko mainan Pasar Gembrong, Jakarta Timur laris manis saat Lebaran. Sejak hari pertama Lebaran, sejumlah toko mainan di Pasar Gembrong telah ramai dikunjungi oleh para pembeli.

Gresi, salah seorang pemilik toko mainan di pasar gembrong mengaku libur Lebaran menjadi saat dimana penjualan mainan sangat ramai diminati oleh pembeli. Omset penjualan pun meningkat.

“Yang paling ramai memang setiap pas hari libur Lebaran dalam satu tahun. Perbandingan omzetnya meningkat 50% dibanding hari biasa,” ujarnya kepada detikFinance di Pasar Gembrong, Jakarta Timur, Jumat (8/7/2016).

Gresi mengatakan mainan sepatu roda dan remote control menjadi buruan yang paling laris diminati oleh para pengunjung.

Baca juga : Pasar Gembrong Pusat Grosir Mainan dan Boneka

“Yang lagi laku sepatu roda sama mobil-mobil remote control. Sepatu roda sudah tiga tahun musimnya. Sampai sekarang nggak ada turunnya. Sehari untuk sepatu roda bisa laku sampai 3 lusinan sehari,” pungkasnya.

Harga-harga mainan yang dijual di Pasar gembrong cukup bervariasi. Sepatu roda yang menjadi mainan paling banyak diburu dijual dengan rentang harga Rp 190.000-Rp 400.000. Sementara untuk mobil remote control yang juga termasuk ke dalam daftar mainan paling laris di Pasar Gembrong dijual dengan varian harga Rp 150.000 hingga Rp 350.000.

Toko Mainan Pasar Gembrong

Produk mainan impor berasal dari China, Taiwan, Jepang, serta Amerika Serikat. Namun, yang paling laris adalah mainan impor China.

Harga jual paling murah mulai Rp 30.000 untuk gasing hingga Rp 2,6 juta untuk drone yang dilengkapi kamera. Ada juga mobil dengan pengendali jarak jauh (remote control) dengan kisaran harga antara Rp 150.000 hingga Rp 350.000/ unit, serta sepatu roda seharga Rp 190.000-Rp 400.000/unit.

Yang paling murah itu ada mainan gasing (blade) Rp 30 ribu. Itu buatan lokal. Kalau yang mahal drone kisaran harganya Rp 700.000 sampai Rp 2,6 juta. Ada juga motor-motoran pakai aki buatan lokal harganya Rp 900 ribu.

Mainan yang dijual ada yang impor dari China, Taiwan, Jepang, dan Amerika Serikat, serta buatan lokal. Namun, dari semua produk itu, mainan impor China yang paling laris.

“Perbedaan larisnya itu 80 persen China, lokal 10 persen, negara lainnya seperti Taiwan, Jepang, Amerika 10 persen. China lebih laku karena barangnya bagus dan murah,” ujar Adit, salah seorang pemilik toko mainan pasar gembrong.