Permintaan ikan di Pasar Grosir Muara Angke meningkat 50 persen

Posted on

Permintaan ikan di Pasar Grosir Ikan Muara Angke, Jakarta Utara, melonjak 50 persen saat Malam Tahun Baru 2021.

“Secara normal normal. hari “Pemasaran ikan di Pasar Grosir Muara 208 ton per hari, mencapai 300-400 ton jelang Tahun Baru,” kata pengemban kewajiban (Plt) Kepala Badan Pangan, Kelautan, dan Pertanian DKI Jakarta ( DKPKP), Suharini Eliawati, Kamis.

Pasar Grosir Muara Angke

Ia mengatakan kenaikan permintaan hasil perikanan sudah terjadi sejak 28 Desember 2020.

Baginya, hal itu sudah menjadi tradisi sebelum pergantian tahun. setiap tahun warga membeli ikan, ikan bakar bersama keluarganya.

Jenis ikan yang paling banyak dibeli untuk dibakar adalah ikan pompano dan ikan ayam.

Katanya peningkatan Jumlah permintaan juga mengakibatkan kenaikan harga jual 30-34 persen dari harga normal.

tadinya dijual Rp 24 ribu, sekarang naik jadi Rp 35 ribu per kg. Ikan pompano, harga wajarnya Rp 45 ribu hingga Rp 60 ribu per kg.

“Ikan yang bukan untuk dibakar, harganya cenderung stabil,” kata Elly.

Ia juga bertekad bahwa stok ikan di Pasar Grosir Ikan Muara Angke dapat memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang tahun baru. Alhasil, masyarakat tidak perlu khawatir.

Tidak hanya menjamin stok ikan, DKPKP DKI Jakarta juga memberikan perlindungan terhadap produk ikan yang dijual di Pasar Grosir Ikan Muara Angke yang dijamin dari bahan yang berisiko seperti formaldehida.

Sejak Rabu lalu (30/12) dan hingga Kamis ini, DKPKP DKI Jakarta telah menempatkan mobil laboratorium keliling milik Pusat Produksi Inspeksi Sertifikasi Hasil Perikanan (PPISHP) untuk memberikan fasilitas uji formaldehida secara gratis kepada masyarakat yang beli ikan di pasar.

Tidak hanya pelayanan pengujian formaldehida, DKPKP bekerjasama dengan UPT Unit Pengelola Dermaga Perikanan menyiapkan timbangan yang akurat untuk menentukan bobot ikan yang dibeli masyarakat sesuai dengan timbangan tersebut.

Jika berat ikan yang dibeli kurang dari skala akurat yang disajikan oleh UPT Unit Pengelolaan Pangkalan Perikanan, pelanggan dapat memberitahu aparat yang ada di pasar.

Selanjutnya, pihak berwenang akan menyapa penjual ikan agar sesuai dengan berat ikan yang sebenarnya.

“Warga Jakarta jangan sungkan untuk berkunjung dan membeli ikan segar di Pasar Grosir Ikan Muara Angke,” ujarnya.

Pasar Grosir Ikan Muara Angke

Pasar Grosir Ikan Muara Angke merupakan salah satu pusat perdagangan ikan segar terbesar di Jakarta dan menjadi favorit sebagai tempat membeli ikan menjelang tahun baru dengan jumlah 543 ekor. pedagang.

Dinas Ketahanan Pangan, Maritim, dan Pertanian (DKPKP) DKI Jakarta menjamin ketersediaan dan kenyamanan ikan yang dijual di Pasar Grosir Muara Angke, Jakarta Utara, menjelang pergantian tahun.

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (Plt) DKI Jakarta, Suharini Eliwati mengatakan, mulai Rabu hingga Kamis (31/12) pihaknya menyiapkan layanan uji formaldehida gratis bagi warga yang membeli ikan di Ikan Muara Angka. Pasar grosir.

“Masyarakat yang membeli ikan di Pasar Grosir Muara Angke bisa melakukan uji formalin di fasilitas yang telah kami sediakan,” kata Elly.

Selama dua hari ini, DKPKP DKI Jakarta menyiapkan mobil laboratorium keliling milik Pusat Produksi Inspeksi Sertifikasi Hasil Perikanan (PPISHP) di Pasar Grosir Ikan Muara Angke.

Fasilitas ini diadakan untuk menjamin keamanan pangan hasil perikanan bagi warga Jakarta, mengingat menjelang tahun baru permintaan ikan di Pasar Grosir Ikan Muara Angke meningkat drastis. Pada hari biasa perdagangan ikan mencapai 208 ton.

“Pada hari biasa, perdagangan ikan di Pasar Grosir Muara Angka 208 ton. Tahun baru bisa mencapai 500 ton,” kata Elly yang memberikan fasilitas tambahan uji formaldehida kepada masyarakat.

Bagi Elly, sudah menjadi tradisi setiap tahun baru, warga membeli ikan untuk dibakar bersama keluarganya.

Apalagi, pada saat pandemi COVID-19 terjadi pengetatan aktivitas warga, sehingga kegiatan malam tahun baru hanya dirayakan di rumah masing-masing.

“Pasar Grosir Ikan Muara Angke merupakan salah satu pusat perdagangan ikan segar terbesar di Jakarta dan menjadi favorit sebagai tempat belanja ikan jelang tahun baru,” kata Elly.

Tidak hanya memberikan jaminan keamanan pangan, DKPKP DKI Jakarta juga menentukan berat ikan yang dibeli masyarakat sesuai dengan timbangannya. “UPT Unit Pengelola Pangkalan Perikanan menyiapkan timbangan yang akurat,” kata Elly.

Apabila berat ikan yang dibeli tidak mencukupi setelah ditimbang dengan timbangan akurat yang dimiliki oleh UPT Unit Pengelola Dermaga Perikanan, konsumen dapat menginformasikan kepada petugas.

Selanjutnya pihak berwenang ingin menyapa penjual agar cocok dengan berat ikan yang sebenarnya.

Munculnya dua fasilitas ini, Elly meminta agar digunakan oleh para pemesan ikan di Pasar Grosir Ikan Muara Angke. Untuk itu, warga Jakarta tidak boleh ragu datang dan membeli ikan segar di Pasar Grosir Ikan Muara Angke, kata Elly.

Pedagang ikan di Muara Angke

Beberapa pedagang di pasar ikan pengeteng di Muara Angke, Jakarta Utara, membenarkan pendapatan mereka turun hingga 70 persen akibat Virus Corona (COVID-19) .

“Sekarang sudah sepi, tidak ada konsumen dan tidak ada lagi titipan,” kata Koordinator Penjaja Ikan Muara Angke, Badruddin di Jakarta, Senin.

Dia mengatakan bahwa dalam waktu normal, dia bisa menjual sekitar 200 kilogram kepiting. Untuk sementara saat ini, hanya berkisar 30 kilogram.

Jumlah pedagang menurun. Dalam kondisi normal, ada sekitar 50 pedagang, saat ini hanya tersisa 12 orang. Sebagian besar pedagang ikan sudah tidak berdagang lagi.

“Kami tetap trading meski rugi,” ujarnya.

Badruddin menjelaskan, rata-rata depresiasi harga berkisar Rp30 ribu per kilogram dari waktu normal. Misalnya, saat Anda mulai dengan Rp 120 ribu per kilogram, kini Anda hanya punya Rp 90 ribu per kilogram.

Hal senada dikatakan penjual lain, Salimin jika penghasilannya turun sejak merebaknya virus corona di Jakarta.

“Penghasilan kotor sekitar Rp 1 juta per hari, saat ini hanya sekitar Rp 200 ribu,” kata Salimin.

Ambisinya adalah agar bencana cepat berlalu, akibatnya perekonomian rakyat akan kembali normal seperti sebelum virus corona.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencatat, hingga Senin 30 Maret 2020, sebanyak 445 pasien positif COVID-19 dirawat di rumah sakit dan 151 pasien menjalani isolasi mandiri.

Terdapat 2.289 pasien berstatus orang terkendali (ODP), dengan rincian 498 pasien masih dalam pemantauan dan 1.791 pasien telah dipantau.

Sementara itu, terdapat 1. 046 orang yang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP), rincian 708 orang dirawat dan 338 dinyatakan negatif akibat dipulangkan.