Pasar Klewer Solo Segera Punya Lift

Posted on

Pasar Klewer, akan segera dilengkapi dengan fasilitas lift. Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta berencana mengalokasikan anggaran Rp 17 miliar pada APBD Perubahan (APBD-P) untuk pengadaan lift dan mechanical electrical (ME) di Pasar Klewer sisi barat yang sekarang sedang dibangun akibat terbakar habis pada akhir tahun 2014.

Pasar klewer solo

Lima unit lift akan masuk dalam rencana pengadaan fasilitas pendukung operasional Pasar Klewer yang merupakan pasar tekstil terbesar di Jawa Tengah.

Subagiyo selaku Kepala Dinas Pengelola Pasar (DPP) Pemkot Surakarta

“Selain itu juga disiapkan anggaran untuk pengadaan ekskalator, hidran, genset dan barang lain,” katanya, beberapa waktu lalu.

Ia mengatakan sejumlah perlengkapan ME tersebut ditargetkan terpasang akhir tahun ini. Namun pengadaan lift dan ME untuk melengkapi fasilitas Pasar Klewer sisi Barat sempat tertunda. Anggaran yang diplot untuk pengadaan fasilitas pendukung tersebut sempat di coret oleh Pemerintah Pusat.

“Ya semula pengadaan lift dan ME kita anggarkan dari anggaran sisa lelang. Tapi setelah dikonsultasikan ke pusat tidak boleh,” katanya.

Pemkot kemudian berencana mengajukan bantuan anggaran untuk pengadaan lift dan ME ke pemerintah pusat di 2017 mendatang. Namun sesuai arahan Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo, pengadaan lift dan ME sebisa mungkin dianggarkan pada tahun ini.

Subagiyo mengatakan sehingga Pemkot berencana mengajukan anggaran pengadaan lift dan ME di APBD Perubahan. Kebutuhan anggaran lift dan ME senilai Rp 17 miliar.

“Pengadaan lift dan ME tidak jadi tahun depan, tapi di perubahan akan dianggarkan. Pak Wali mintanya semuanya selesai tahun ini,” katanya.

Ia mengatakan saat ini, progres pembangunan pasar tekstil yang terbakar akhir 2014 lalu sudah mencapai 48 persen. Proyek pembangunan tahap kedua Pasar Klewer sisi barat tengah dikebut Pemkot. Ditargetkan akhir 2016 proyek tersebut selesai, sehingga bisa dioperasionalkan Februari 2017.

Secara keseluruhan jumlah kios yang dibangun di Pasar Klewer sama seperti sebelum terbakar. Yakni berjumlah 1.532 unit plus kios pedagang renteng 137 unit, dan 28 kios untuk pedagang Pasar Klewer timur.

Selain itu membangun 765 los menampung pedagang pelataran, 55 los untuk pedagang kaki lima (PKL) Jalan Ashari, dan 20 los bagi PKL kemasan (pedagang jual beli dan reparasi emas). Menurut dia ada 18 variasi luasan kios di Pasar Klewer, yakni terkecil tiga meter persegi dan terbesar 36 meter persegi.

Selain pembangunan Klewer tahap II, Pemkot juga tengah menyiapkan rencana merevitalisasi Pasar Klewer sisi Timur. Tahapan pertama revitalisasi pasar Timur dimulai dengan pembongkaran sejumlah kios.

“Mereka sementara ditempatkan di pasar darurat Klewer di Alun-alun Utara. Nanti pedagang akan ditempatkan di Pasar Klewer baru,” katanya. (republika)